Kamis, 29 Maret 2012


Rasa Cinta Yang Tersembunyi

Mari jujur pada diri.
Pada hati.

Akuilah kenyataan ini
Bahwa kenyataannya
Kita yang bersifat manusia ini.
Terkadang ada “cinta” yang datang mengusik jiwa kita.

Bersembunyi dibalik tirai keinginan yang amat sukar dimengertikan.
Sehingga kita lena dalam angan – angan
lalu menjadikan kita terbayang satu keindahan yang amat kita impikan
Terasa seolah kita menanti sesuatu
Sesuatu yang akan membuatkan kita rasa bebas bahagia di awang – awangan.

Terkadang kita rasa ingin membuang perasaan ini
membuangnya jauh – jauh dari hidup kita
tapi ia tetap menerjah kita

Seperti ombak
Seperti badai
Pergi dan datang
Pergi dan datang

Tanpa kita dapat menolaknya
Malah bertambah kuat menghempas kita

Kita tidak tahu sampai kapan harus kita sembunyikan hati dan perasaan ini
Bukan kita minta ianya berlaku
Bukan kita minta ianya menyusup dalam hati kita
Bukan kita minta untuk ia hadir ke dalam sanubari kita

Namun disitulah ia berbunga
Disitulah ia mekar
Disitulah ia menguntum

Dan mengharumkan hati hati kita
Meskipun hati dan rindu ini kita sorokan
Di balik mata manusia.

Namun,
Rasa itu kadangkala melemaskan
Merimaskan iman di jiwa
Lantas, kita tertanya
Kemana “cinta” itu harus dilontarkan?

Tetapi
Cinta itu diam sahaja
Diam seribu bahasa

Ia beku
Diam dan terus membisu
Seolah iman tidak mampu menjawab soalan itu.

Dalam mencari jawaban..
Baru kita sedar Cinta

Yang paling menenangkan
Yang paling mendamaikan

Yang paling menyejukkan
Hanya cinta kepada Pencipta Cinta yaitu Allah SWT

Ketika itu
Hati bergetus
Alangkah indahnya
Jika seluruh umat manusia di dunia ini
Mencintai Tuhannya melebihi cintanya kepada ciptaan Tuhannya
SubhanAllah.

Ya Allah cintakanlah kami pada perkara – perkara yang Engkau cintai
Dan bencikanlah kami pada perkara – perkara yang Engkau benci


#sumber

Minggu, 25 Maret 2012

Untuk Sang Mantan Kekasih


Assalamualaikum..
Kehadapan sang mantan yang berada di mana jua, moga kehidupanmu diridhai Allah. Aku masih di sini. Seperti biasa. Melewati masa-masa kehidupan dengan hati yang penuh tabah

Pertama kali, aku ucapkan terima kasih kepadamu karena kau telah meninggalkan aku. Terima kasih. Kau telah menyadarkan aku tentang dosa-dosa silamku. Kau telah mengingatkan aku betapa dosanya kita dulu, dipenuhi maksiat malah meninggalkan perintah Allah.
Sang Mantan,

Pada mulanya, aku menyesal dengan keputusanmu. Meninggalkan aku ketika hati masih sayang. Sungguh aku menyesal. Tapi coba kita berfikir sejenak, selama kita bercinta, apa perintah Allah yang telah kita kerjakan bersama? Yang wajib? Tidak ada. Yang sunah, lagilah tiada.

Pernah tak setiap kali kita keluar bersama, kita berhenti di mana-mana surau berdekatan untuk mengerjakan solat? Pernah tak? Pernah tak kita mengelak dari berpegangan tangan di khalayak ramai walaupun pada bulan Ramadhan? Pernah tak?
Pernah tak kita berasa malu, ketika kau memegang pinggang dan bahu ku ketika bersiar-siar di shopping complex? Pernah tak kita berasa malu memasuki pusat karaoke berdua? Pernah tak?

Semua tu terjah di fikiranku selepas kau membuat keputusan meninggalkan aku. Pada mulanya, aku nekad untuk kembali meraih cintamu. Aku coba. Aku usaha. Tapi untuk apa? Jika kita bersama kembali, mungkinkah terjamin kita tidak akan melakukan perkara yang sama seperti dahulu?

Sang Mantan,

Aku tidak menyalahkan kamu sepenuhnya. Aku menyalahkan diri sendiri karena tidak mempunyai iman yang kuat, tidak mengalih pandangan terhadap kaum Adam, tidak menolak lamaran cintamu dulu. Aku lupa betapa tingginya derajatnya seorang wanita. Aku lupa betapa tingginya malu yang perlu ada dalam diri seorang wanita. Aku leka. Aku lalai.
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:


“Aku melihat ke dalam syurga, maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Ibnu Abbas dan Imran serta selain kedua-duanya)
Seorang pujangga mengatakan, “hidupnya wajah berkat malu, sebagaimana tanaman berkat air”


Sang Mantan,

Betapa banyaknya dosa yang telah kita lakukan sepanjang kita bersama. Dosa yang ada sebelum kita bercinta pun susah hendak ku tanggung, ditambah dosa selepas aku mengenal Arti cinta. Terlalu banyak, tidak mampu untuk dikira. Ya Allah..

Kau masih tidak sadar akan semuanya itu. Kau sedang leka bersama cinta hatimu. Aku bersyukur seandainya pilihan barumu tidak seperti aku, aku bersyukur.Semoga dia membimbingmu ke jalan yang benar. Aku berdoa.

Cinta tidak buta seperti yang diperkatakan orang lain. Cinta yang menyebabkan kita buta. Kita yang buta selepas tenggelam di dasar lautan cinta yang paling dalam. Kita. Bukan salah mereka.

Oleh itu sang Mantan..

Bertaubatlah. Kembali pada Allah. Masih belum terlambat sebenarnya. Sadarlah akan dosa-dosa silammu sementara jantungmu masih berdegup, sementara nafasmu belum terhenti. Kembalilah bersama Allah. Jangan sesekali luka sekali lagi dengan dunia cinta.

Jika kamu terlalu menyayangi cinta barumu itu, bimbinglah dia bersama-sama untuk kembali menjalankan perintah Allah. Lamarlah dia sebagai isterimu. Jangan berikan harapan palsu sebagaimana kau pernah berikan padaku dulu. Jadikan dia sebagai yang halal untukmu. Aku berdoa.

Untuk menerimamu kembali, untuk mencari pengganti dirimu buat masa kini, aku rasakan tidak. Aku tidak mau luka mengejar cinta. Aku takut pada balasan Allah. Aku takut jika aku lalai mengerjakan perintah Allah seperti dahulu. Aku takut aku akan mencintai lelaki itu lebih dari aku mencintai Allah.

Aku takut sangat-sangat. Ketakutan ini aku tidak pernah rasa pada suatu masa dulu.

Walaupun kamu pernah menyakiti hatiku, pernah membuangku dalam hidupmu, pernah menghancurkan impian-impian bersama, aku tidak pernah lupa untuk mendoakanmu. Aku berdoa agar Allah bukakan pintu hati kau untuk bertaubat dan kembali mengerjakan perintah Allah. Sungguh, tiada dendam sekelumit di hati ini. Cuma aku tidak mahu, orang yang aku pernah sayang, pernah bertakhta di hatiku, menyerahkan dirinya di lembah neraka.

Wassalam,

Kamis, 08 Maret 2012

Alasan Pria Benci Wanita Menangis!


Ghiboo.com - Wanita menangis merupakan hal yang wajar. Namun pernahkah Anda berpikir bahwa sebenarnya tidak sedikit pria membenci hal itu. Banyak pria yang mengatakan kalau wanita menangis itu hanyalah air mata yang tidak memiliki arti apapun. Karenanya, pria selalu membenci saat wanita menangis dengan alasan apapun.

Namun jika Anda merasa sedih ingin menangis, maka jangan takut untuk menangis, karena tidak semua pria benci saat wanita menangis, ada juga pria yang iba dengan tetesan air mata wanita.

Menangis memang natural bagi wanita, karena wanita merasa dengan menangis beban yang mereka rasakan akan sedikit berkurang. Tapi jika Anda sering menggunakan tangisan sebagai senjata rahasia Anda untuk menaklukkan hati pria, lambat laun pria pun akan mengetahuinya, bahkan rasa iba pun tiada lagi dan berubah menjadi benci.

Lantas, mengapa pria benci wanita menangis? Berikut ini beberapa alasan mengapa pria benci wanita menangis, dikutip dari Blodsky, Rabu (7/3)

Pria harus mengeluarkan saputangan mereka

Pria tidak suka mengeluarkan saputangan mereka untuk menadah atau menghapus air mata wanita. Bagi pria mereka lebih senang melihat Anda menangis tersedu-sedu dan bukan banjir air mata.

Pria benci menjadi tak berdaya

Ketika seorang wanita mulai mengeluarkan jurusnya yaitu menangis hal itu akan membuat pria tak berdaya. Pria memang tidak terlalu baik dalam menangani emosi untuk mengungkapkan ketidakberdayaan sehingga mereka bereaksi dengan marah. Dan menangis adalah emosi yang asing untuk mereka.

Wanita bergantung pada pria

Ketika wanita menangis maka yang dapat dilakukan pria adalah memeluk dan menghiburnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Wanita merasa tersentuh dan ia akan membalas semua itu dengan menunjukkan rasa terima kasihnya. Tapi jika tangisan itu menjadi senjata utama untuk menarik perhatian darinya, si dia pun akan merasa bosan, karena pria tidak suka hal yang berlebihan.

Malu di depan publik

Pria senang menjadi tontonan umum ketika terjadi perkelahian karena menggambarkan mereka pria macho dan tidak perlu untuk mengekspresikan setiap emosi. Tapi ketika di depan umum dengan seorang wanita dengan keadaan menangis, itu merupakan hal yang memalukan baginya. Ini adalah 'adegan' yang diciptakan di depan umum karena sekarang semua orang tahu bahwa ia dapat terpengaruh oleh air matanya.

So girls, apakah Anda termasuk yang sering menjadikan air mata sebagai senjata?