Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh
♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥
Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik
ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan
kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya,
namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan
hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan
seringkali merenggangkan hati kalian.
Cinta itu tumbuh secara
tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang
tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat
apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan
menghapusnya dari pikiranmu.Namun ketika HATImu membenarkan kau justru
akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang
sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari
orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA
kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh
mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya
dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.
Cinta karena
Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan.
Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada
sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau
membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari
jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku
kedinginan.
Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari
kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak
ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena
akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena
dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan,
dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang,
namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan
ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi
perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk
berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling
mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya
Cinta karena
Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu
kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata
lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka
bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu
pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal
itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat
kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan
berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah
yang lebih serius Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila
kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan.
Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna
di hadapan Allah dar
Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh
dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu
ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik
pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia
tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh
saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena
sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun
Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas
segala perasaan itu.
Cinta karena Allah tidaklah selalu
membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting
adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT.
dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan
dicintai olehnya.
Cinta akan menumbuhkan sikap adil dalam cinta
yang membawa hidup sehat dan seimbang (tawazun) dan bukan menjadi
sumber penyakit sebagaimana Ibnul Qayyim sampaikan bahwa cinta bagi ruh
sama dengan fungsi makanan bagi tubuh. Jika engkau meninggalkannya tentu
akan membahayakan dirimu dan jika engkau terlalu banyak menyantapnya
serta tidak seimbang tentu akan membinasakanmu. Kelezatan hidup inilah
yang dilukiskan dalam hadits tentang kelezatan iman:“Ada tiga perkara
yang siapa pun memilikinya niscaya akan merasakan kelezatan iman; barang
siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari lainnya, barang
siapa yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan siapa yang benci
kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dicampakkan ke dalam
neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Silahkan jika ada yang ingin mengcopy tulisan ini dan menyebarkannya/Share/Bagikan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
Jemput Aku Menjadi Bidadarimu
(http://www.facebook.com/JemputAkuMenjadiBidadarimu)
Love you All Cause of Allah
♥♥ ♥♥
(¯`v´¯)
`·.¸.·´
¸.·´... ¸.·´¨) ¸.·*¨)
(¸.·´ (¸.·´ .·´ ¸¸.·¨¯`·. ♥♥ Al faqir Ilmu A.Z.M.A.M♥♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar