Senin, 23 April 2012

WLAN ( Access Point )

o   PENGERTIAN WIRELESS

Wireless teknologi dalam jaringan komputer, wireless ini adalah teknologi nirkabel atau tanpa menggunakan kabel melainkan wireless ini menggunakan frekuensi radio. biasanya sering kita kenal dengan jaringan WiFi atau WLAN.

Wireless ini dapat menghantarkan data dengan kecepatan sampai dengan 512 Mbps pada produk-produk khusus contoh militer, tetapi ada juga dari produk normal yang sering kita lihat atau sering digunakan kecepatan transfer datanya adalah 2Mbps dengan jangkauan yang berfariasi umumnya jangkauan maksimumnya bisa sampai 75km.

Komponen utama untuk bisa komunikasi menggunakan wireless adalah Wireless Router/Acces Point dan Wireless Clients/WiFi. Acces Point (AP) dapat kita ibaratkan Switch Hub bila menggunakan kabel UTP dan WiFi adalah LAN Cardnya.

o   CARA KERJA WIRELESS

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.
o   CARA SETTING

Cara Konfigurasi Access Point D-Link DAP-1150  :
Sebelum melakukan konfigurasi, ada baiknya kita mengenal bagian-bagian dari Access Point D-Link DAP-1150 ini :



Keterangan :
1.      Antena yang harus dipasangkan sebelum menghidupkan AP ini.
2.      Tombol Reset, digunakan untuk melakukan restorasi AP ke pengaturan default dari pabrik. Biasanya dilakukan jika administrator mengalami lupa password.
3.      Switch Selector, digunakan untuk memilih mode kegunaan AP ini. Bisa digunakan sebagai Access Point, Repeater ataupun Client.
4.      Port RJ-45, digunakan untuk melakukan konfigurasi awal dan menghubungkan AP ke perangkat jaringan yang lain.
5.      Port Power, tempat konektor memasangkan power adaptor.


o   TAHAP KONFIGURASI WIFI


    Langkah-langkah melakukan Konfigurasi :
1.      Pasangkan Antena, Kabel Power adaptor dan kabel LAN ke port RJ-45 pada AP.
2.      Pilih mode penggunaan sebagai AP (Access Point)
3.      Pasangkan Kabel LAN ke komputer ataupun ke Laptop. Tunggulah beberapa saat.
4.      Mengganti IP address computer anda dengan langkah:
a.       Klik kanan pada ikon network sebelah kanan bawah
b.      Klik open network and sharing center
c.       Change advance setting
d.      Klik double local area network lalu muncul tabel local area conection status
e.       Klik propertis lalu muncul tabel local area propertis
f.       Klik double internet protocol vertion 4(TCP/Ipv4) muncul tabel internet protocol vertion 4(TCP/Ipv4) propertis kemudian aturlah IP pada NIC di komputer menjadi obtain kemudian klik Ok.
5.      Bukalah web browser anda, lalu ketikkan IP defaultnya atau gatewaynya, contoh : http://192.168.0.1.
6.      Jika berhasil, akan muncul halaman login. Ketikkan pada User Name : admin, Password dikosongkan, dan isi kode lalu tekan tombol Log In atau tekan enter. 
7.      Layar setup wizard ditampilkan.
8.       Untuk memudahkan pengaturan AP ini,  pilih konfigurasi secara manual.
9.       Selanjutnya pilih Static IP pada My Internet Connection dan isikan IP address sesuai dengan  jaringan local yang ada dan pilih save setting. 
10.      Langkah selanjutnya yaitu,setting LAN setup untuk memberikan range ip address yang akan diberikan kepada computer client.
Isikan IP Address, gateway, dan subnetmasknya. Kemudian isikan juga range IP address yang akan diberikan (range IP Address tidak boleh melebihi range IP Address dari subnetmask).
11.      Kemudian klik save setting.

o   FUNGSI

Fungsi wireless

            Secara umum wireless memiliki fungsi menghubungkan dua atau lebih peralatan dengan menggunakan media gelombang radio. atau dapat juga di artikan sebagai pengganti kabel.

o   KELEMAHAN DAN KELEBIHAN

§  PeranWireless

            Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kabel, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel. LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.


§  Dampak Positif menggunakan Wireless

- Setiap hari bisa melakukan browsing internet dengan banyak komputer
- Semua warga negara sekolah bisa mengakses internet di lingkungan sekolahnya


§  Dampak Negatif menggunakan Wireless

- Bisa membuka situs “yang aneh” dengan bebas
- Apabila peletakan wireless semakin tinggi maka akan terjadi rusak nya frequensi radio


 
·         Keuntungan Menggunakan Wireless

 -Tanpa Kabel
  Tanpa kabel, praktis dan effisien.
- Jaminan penyediaan layanan
  Dapat digunakan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa pulsa telpon.
- Koneksi Internet
  Backbone International dan koneksi ke Indonesia Internet Exchange (IIX) dengan         sistem redud

§  Kelebihan dari WLAN :

Ø  Mobilitas dan Produktivitas Tinggi, WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tersebut masuk dalam coverage area WLAN.
Ø   Kemudahan dan kecepatan instalasi, karena infrastrukturnya tidak memerlukan kabel maka instalasi sangat mudah dan cepat dilaksanakan, tanpa perlu menarik atau memasang kabel pada dinding atau lantai.
Ø  Fleksibel, dengan teknologi WLAN sangat memungkinkan untuk membangun jaringan pada area yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel, misalnya dikota-kota besar, ditempat yang tidak tersedia insfrastruktur kabel.
Ø  Menurunkan biaya kepemilikan, dengan satu access point sudah bisa mencakup seluruh area dan biaya pemeliharaannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel)

·        Kelemahan dari WLAN

Ø  Biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan),
Ø  Delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll),
Ø  Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasiaan) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar