Senin, 23 April 2012


DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

1.      Pengertian DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.

2.      Cara Kerja DHCP
            DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP,     antara lain:
            1. IP Least Request
            Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).
            2. IP Least Offer
            DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada) yang mempunyai no IP             memberikan penawaran ke client tersebut.
            3. IP Lease Selection
            Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan    broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.
            4. IP Lease Acknowledge
            DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi    no IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian            client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client      dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik         tawarannya kembali. 

3.      Tujuan DHCP
            Tujuan utama dari penggunaan Dynamic Host Configuration Protocol adalah untuk           memberikan pengaturan IP address secara tersentralisasi melalui suatu server daripada    harus melakukan konfigurasi satu persatu pada setiap mesin klien. Sebuah mesin klien yang dikonfigurasi menggunakan DHCP tidak dapat mengatur IP address secara static    dengan sendirinya, semuanya diatur dan ditentukan oleh server DHCP yang telah ditentukan.
4.      Kelebihan DHCP
1.      Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.DHCP menyediakan alama alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
2.      DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidak bisa dipakai oleh client lain.
3.      DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamt IP untuk jangka waktu tertentu dari server
4.      Menghemat tenaga dan waktu dalam memberikan IP
5.      Mencegah terjadinya IP CONFLICT

5.      Kekurangan DHCP
            Semua pemberian IP bergantung pada server maka dari itu, jika server mati, maka semua   computer akan disconnect dan tidak saling terhubung.

6.      Proses Installasi DHCP Server
o   Persiapan Instalasi

1. Siapkan PC lengkap dengan spesifikasi hardware yang dibutuhkan.
2. Pastikan PC tersebut mempunyai 2 LAN Card jika nantinya server akan dihubungkan ke internet.
3. Install PC dengan OS Linux Debian 4.0. Untuk instalasi OS tidak dijelaskan karena dianggap sudah selesai (komputer sudah terinstall Debian).
4. Masuk ke Linux Debian dan login sebagai root.
5. Langkah pertama dalam membangun DHCP server ini, database-kan seluruh CD install pada PC kita. Untuk men-databasekannya ketikkan perintah: #apt-cdrom add
6. Selanjutnya setting IP komputer, masuk pada file konfigurasi interfaces yang terletak pada direktori /etc/network.

o   Installasi DHCP Server
·        Pertama  menginstal dhcp3-server dengan perintah
apt-get install dhcp3-server
·         Masuk pada [ pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf ]
·        Kemudian Edit Script di bawah ini,( misal kita pakai Network 192.168.53.0 | IP 192.168.53.1 | Netmask 255.255.255.0 dan | Broadcast 192.168.53.255 ) :
subnet 192.168.53.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.53.2 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.53.1;
option domain-name “komputer server”;
option routers 192.168.53.1;
option broadcast-address 192.168.53.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

}
keterangan :
option domain-name-servers 192.168.0.10; = untuk mengarahkan DNS server kepada IP tersebut
option domain-name “www.nady.net”; = untuk mengarahkan domain internal
option routers 192.168.0.10; = gateway diarahkan pada ip 192.168.0.10
option broadcast-address 192.168.0.255; = broadcast address
default-lease-time 600; = default waktu yang diberikan untuk peminjaman IP
max-lease-time 7200; = Maksimal waktu yang diberikan untuk peminjaman IP
·        Langkah selanjutnya edit dhcp3-server untuk menentukan Ethernet berapa yang akan kita berikan DHCP server.
# nano /etc/default/dhcp3-server
·        kemudian restart dengan perintah  /etc/init.d/dhcp3-server restart

      *jika kita menggunakan computer dengan SO linux melalui basis teks maka kita setting pada       /etc/network/interfaces
            auto eth0
            iface eth0 inet dhcp}
·        kemudian restart dengan perintah  /etc/init.d/networking restart
      *Dan jika client kita menggunakan computer dengan SO windows maka yang harus kita lakukan adalah sbb:
      • kita lakukan percobaan dari komputer client yaitu pastikan terlebih dahulu bahwa IP kita tersetting secara otomatis.Kemudian klik repair pada local area connection.Jika sudah mendapat IP.Lalu masuk CMD lalu ketikkan ping IP server ( 192.168.53.1 ).Jika terdapat tandanya Reply from 192.168.53.1 berarti komputer anda sudah berhasil menjadi dhcp server.        

            7. Kesimpulan
*      DHCP merupakan protocol yang dipakai untuk pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan atau lebih.
*      Jika non DHCP, pemberian alamat IP diset secara manual satu per satu ke seluruh komputer yang terkoneksi dengan jaringan.
*      Jika menggunakan DHCP, seluruh host yng tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP sehingga memudahkan administrator dalam penangan jaringan.
*      Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP seperti default gateway dan DNS server.
*      DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.
*      Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space yang merupakan pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.
*      OS Linux Debian $.0 dapat dunakan untuk melakukan konfigurasi DNS dan DHCP server karena implementasinya yang mudah dan compatible dengan jaringan yang biasa kita gunakan.
*      DHCP3-server adalah salah satu software support yang membantu pengalokasian alamat IP dalam system jaringan. Sementara Bind9 adalah open source software DNS server yang paling terkenal dikalangan Linuxer, yang fungsinya untuk menunjang pengkonfigurasian DNS dalam suatu jaringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar